Art Original
Kubu di Atas Bukit
Tojeng adalah seorang anak Makassar. Sejak kecil sudah ditinggal mati ayahnya, la ikut pamannya ke gunung, kubu tentara Bajeng yang melawan penjajah Belanda. Suatu kali Tojeng disuruh mengambil bendera Merah Putih yang dijahit emak dan nerieknya. Itulah bendera yang dikibarkan pada peringatan kemerdekaan. 17 Agustus 1946. Kibaran bendera itu mengharukan Tojeng.
Tojeng bersahabat dengan Bote. Pemuda ini ramah dan pandai. Dari Bote, Tojeng banyak mendapatkan pengetahuan, misalnya tentang ilmu bumi dan sejarah.
Tojeng menemukan serdadu Belanda yang terluka sehabis pertempuran. la kasihan melihatnya. Serdadu itu ditutupinya dengan daun-daun jati kering. Tojeng melaporkannya kepada tentara Bajeng di kubu dengan harapan agar dapat dirawat dengan baik.
Bote dan beberapa temannya lalu bergerilya di dalam kota Makassar (dulu bernama Ujungpandang). Dia tertangkap. Dari rumah tahanan dia berhasil melarikan diri. Lalu dia ditangkap lagi, untuk kemudian dijatuhi hukuman mati. Tojeng baru tahu belakangan bahwa Daeng Bote sahabatnya itu adalah Robert Wolter Monginsidi, salah satu pahlawan yang terkenal.
| P221225091S | 899.221.3 Sin K | My Library (800) | Tersedia |
| P221225092S | 899.221.3 Sin K | My Library (800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain